ROKOK , ALKOHOL, DAN NARKOBA…..
Teman-teman, pagi-pagi kita ketemu
dengan salah teman kita, namanya Raka Ibrahim dia masih single loh haha
Namun kita tidak bahas seputar status singlenya dia, namun kemarin kita ngobrol-ngobrol sama dia seputar Narkoba, Rokok, dan Alkohol
Namun kita tidak bahas seputar status singlenya dia, namun kemarin kita ngobrol-ngobrol sama dia seputar Narkoba, Rokok, dan Alkohol
Nah ini isi obrolannya :
Oke.
Sebenarnya narkoba itu apa sih?
Well, tergantung. Secara teknis,
rata-rata barang yang disebut sebagai ‘narkoba’ itu cuma obat biasa (kecuali
ganja, yang didapat dari tanaman). Namun, ada efek-efek tertentu yang didapat
dari memakai obat-obatan tersebut yang membuatnya dilarang. Makanya istilah
yang dipakai itu ‘penyalahgunaan narkoba’, bukannya ‘pemakaian narkoba’.
Beberapa narkoba malah banyak dipakai dalam dunia medis alias kedokteran –
contohnya morphine dan marijuana/ganja yang biasa dipakai sebagai penghilang
rasa sakit (patut dicatat, bahwa penggunaan ganja sebagai obat itu diatur dan
diregulasi dengan ketat, dan legalitasnya tergantung lokasi. Di satu
negara/provinsi mungkin boleh, sementara di negara atau provinsi lainnya
tidak).
Sebenarnya
apa sih yang membuatnya dilarang?
Efek sampingnya. Tergantung jenisnya,
narkoba bisa menyebabkan kecanduan serta efek buruk bagi kesehatan, baik
kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa.
Oh,
ternyata begitu… Kalau rokok itu apa?
Rokok? Waw. Kayaknya sekarang ini semua
orang pada hobi merokok, ya? Sedikit fakta: Indonesia adalah salah satu pasar
terbesar untuk rokok di dunia. Pada dasarnya, rokok jenis sigaret yang biasa
kita lihat adalah tembakau (yang kadang dicampur cengkeh atau rempah-rempah
lainnya) yang dilinting di dalam kertas dan filter. Prinsip dasarnya sih
seperti itu.
Eh,
katanya rokok itu ga baik bagi kesehatan ya…
Pasti semua orang sudah familiar dengan
tulisan peringatan yang biasanya ada di belakang pak rokok, bukan? Kita akan
membicarakan itu secara lebih mendetail di artikel tentang rokok J
Kalau
minuman beralkohol itu…
Mirasantika?
Oh itu. Minuman beralkohol pada
dasarnya adalah minuman hasil fermentasi beberapa jenis buah, tanaman, atau
biji-bijian. Ada banyak jenis minuman beralkohol yang bisa kalian lihat,
contohnya bir, wine, vodka, dan lain-lain…
Sebenarnya
minum kaya gituan sehat atau tidak, sih?
Semuanya kembali pada jumlah. Kalau
terlalu banyak dikonsumsi, minuman-minuman beralkohol bisa berakibat buruk pada
kesehatan, terutama pada hati. Konsumsi berlebihan juga bisa berujung pada
kecanduan alkohol.
Tapi, studi-studi menunjukkan bahwa
bila dikonsumsi secara tidak berlebihan, minuman beralkohol (terutama wine dan
bir) bisa menyehatkan, terutama bagi kesehatan jantung. Selengkapnya bisa
dibaca di artikel kita tentang alkohol J
Namun
perlu dicatat nih…
Faktanya, banyak informasi-informasi
soal narkoba, alkohol, dan rokok yang kita dapat berbau propaganda alias ngibul
doang. Dan ini bukan barang baru. Sama seperti fenomena apapun, narkoba,
alkohol, rokok dan segala efek sampingnya dipelajari dan distudi bolak-balik
oleh para ilmuwan, peneliti, dan psikolog-psikolog yang kesemuanya ahli dalam
bidang mereka masing-masing. Oke, dalam beberapa hal mereka semua setuju.
Namun, seringkali, temuan si A dan temuan si B bertabrakan. Penelitian dokter
Jono menemukan bahwa narkoba A itu ternyata membuat kecanduan, eh penelitian
dokter Suparman menemukan bahwa narkoba A tidak membuat kecanduan. Penelitian
si A menemukan bahwa bir itu menyehatkan, eh penelitiah si B bilang kalau bir
itu sama sekali tidak menyehatkan. Rancu, kan? Selalu ada dua, tiga, empat, dan
begitu banyak sudut pandang yang saling bertabrakan dan saling lawan.
Di website ini, kita akan berusaha
membicarakan narkoba, alkohol, dan rokok se-objektif dan senetral mungkin,
sekaligus mencoba mengenalkan kawan-kawan dengan spekulasi-spekulasi yang ada.
Kalau efek A dari narkoba A masih diperdebatkan, maka kita akan bilang bahwa
itu masih diperdebatkan. Tidak ada penilaian atau propaganda – di sini kita
cuma memberi informasi yang seobjektif dan se-akurat mungkin. Ga ada ceritanya
kita teriak-teriak “Pokoknya ini haram” dengan nada suara ala Rhoma Irama.
Tidak ada judulnya kita ngomong “Makanya, lo ga boleh melakukan ini”. Di sini
kita ga bermaksud menggurui. Yuk, kita bicara terbuka, netral, dan (kurang
lebih) santai soal fakta yang ada.






0 komentar:
Posting Komentar